Pernah baca " sahabat dekatlah yang berpotensi sebagai musuh besar". kenapa harus begitu? itu jelas tidak dibenarkan! Bahkan tidak ada kata “ mantan sahabat “ kenapa harus menjadi musuh?. Jika seseorang benar mengerti apa arti sahabat maka tidak akan kata musuh. Jadi sebelum berfikir demikian maka cermati dulu apa arti sahabat itu.
seseorang sahabatlah yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihan, seorang sahabatlah yang mau berbagi hal yang belum pernah didapat. segala pengertian, kepercayaan pastilah sudah tertanam. jadi apapun keadaanya , seorang sahabat akan selalu mengulurkan tangannya. " musuh ". berbicara tentang itu, sebenarnya tidak ada musuh ( dalam artian dua atau sekelompok yang saling membenci dan memandang bahwa diri merka yang paling terbaik, hanya merekalah yang memiliki kekuatan, hanya merekalah yang pantas mendapatkan sesuatu, hanya merekalah yang nomor satu dan hanya merekalah ) .
jadi siapa sebenarnya musuh kita jika bukan orang lain? Yang berpotensi sebagi musuh yaitu DIRI SENDIRI. Kenapa ? Karena diri sendiri yang menciptakan sifat itu.. sifat yang menyebabkan sebuah pertemanan atau persahabatan menjadi hancur. IRI HATI DAN KEEGOISAN. Itulah musuh terbesar kalian dan bukan lah sahabat.
Bukan sahabat yang berubah, tapi kita sendiri yang berubah. Segala perubahan akan memberikan dampak walaupun itu hanya sekecil tengu. Sikap sahabat berubah? Coba pikirkan lagi, apakah benar tidak ada perubahan yang terjadi pada diri kita?jadi cobalah untuk mengerti diri sendiri jangan hanya menyudutkan orang lain sebagi kambing hitam dan alih – alih menganggap mereka sebagai musuh. Makanya ada pepatah mengatakan “ sebelum kamu melihat orang lain cobalah liat sendiri dulu,bercerminlah dulu”. Coba untuk mengendalikan sifat – sifat seperti itu.
Saya yakin untuk menghilangkannya itu susah tapi mengendalikannya itu adalah hak termudah yang bisa dilakukan. Maka tidak akan kata “ sahabat berpotensi menjadi musuh terbesar’ . karena sebenarnya musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Jadi jangan salah artikan kata “ sahabat “. Sahabat adalah rumah kedua setelah keluarga. Pernahkah kalian mendapatkan sebuah masalah dan tidak bisa diceritakan kepada keluarga? Dana malah lebih nyaman berbagi dengan seorang sahabat? Itu karena “ SAHABAT ADALAH RUMAH KEDUA SETELAH KELUARGA BUKAN POTENSIAL MUSUH TERBESAR “.
jadi siapa sebenarnya musuh kita jika bukan orang lain? Yang berpotensi sebagi musuh yaitu DIRI SENDIRI. Kenapa ? Karena diri sendiri yang menciptakan sifat itu.. sifat yang menyebabkan sebuah pertemanan atau persahabatan menjadi hancur. IRI HATI DAN KEEGOISAN. Itulah musuh terbesar kalian dan bukan lah sahabat.
Bukan sahabat yang berubah, tapi kita sendiri yang berubah. Segala perubahan akan memberikan dampak walaupun itu hanya sekecil tengu. Sikap sahabat berubah? Coba pikirkan lagi, apakah benar tidak ada perubahan yang terjadi pada diri kita?jadi cobalah untuk mengerti diri sendiri jangan hanya menyudutkan orang lain sebagi kambing hitam dan alih – alih menganggap mereka sebagai musuh. Makanya ada pepatah mengatakan “ sebelum kamu melihat orang lain cobalah liat sendiri dulu,bercerminlah dulu”. Coba untuk mengendalikan sifat – sifat seperti itu.
Saya yakin untuk menghilangkannya itu susah tapi mengendalikannya itu adalah hak termudah yang bisa dilakukan. Maka tidak akan kata “ sahabat berpotensi menjadi musuh terbesar’ . karena sebenarnya musuh terbesar kita adalah diri sendiri. Jadi jangan salah artikan kata “ sahabat “. Sahabat adalah rumah kedua setelah keluarga. Pernahkah kalian mendapatkan sebuah masalah dan tidak bisa diceritakan kepada keluarga? Dana malah lebih nyaman berbagi dengan seorang sahabat? Itu karena “ SAHABAT ADALAH RUMAH KEDUA SETELAH KELUARGA BUKAN POTENSIAL MUSUH TERBESAR “.
Saya tau akan ada pro dan kontra mengenai hal ini tapi satu hal bagi saya “ sahabat adalah rumah kedua saya “.disaat kita jauh dari keluarga, sahabatlah yang selalu memberi warna. Jika ada kata “ benci “ berarti harus ada yang diklarifikasi. Berbahagialah dengan sahabatmu. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan mereka lakukan untuk kita kelak. Baik buruknya mereka itu adalah hasil dari penanaman benih yang telah kita kerjakan pada diri mereka. Sebelum mereka memusuhi kita, musuhilah sifat – sifat merusak yang ada didalam diri kita .
21.37
21/10/2015